masih adakah harapan di jamkesmas dan jamkesda

.

KEBAWAH


masih adakah harapan di jamkesmas dan jamkesda


==================================

MAAF,,POSTINGAN INI MASIH BERPUTAR TENTANG JERITAN MASYARAKAT KECIL["EKONOMI LEMAH"]
PROGRAM INI,, "JAMKESMAS DAN JAMKESDA" , MERUPAKAN HARAPAN BESAR BAGI MASYARAKAT EKONOMI LEMAH,,,TAK KALA MEREKA DALAM KEADAAN TAK BERDAYA,,,

JAMKESMAS DAN JAMKESDA,,,ADALAH PROGRAM BANTUAN PEMERINTAH BUAT MASYARAKAT DALAM BIDANG KESEHATAN,,, YANG MERUPAKAN SALAH SATU HARAPAN BESAR BAGI MASYARAKAT KURANG MAMPU,,,

SEHARUSNYA DISINI DIBUTUHKAN KESADARAN BAGI PIHAK YANG TERKAIT,,, SALAH SATUNYA ADALAH RUMAH SAKIT SECARA KESELURUHAN ,," ,, DISEBABKAN PIHAK PEMERINTAH TELAH MEMUTUSKAN DENGAN 1 KEBIJAKAN,, DAN KEBIJAKAN ITU PASTI TELAH DI SEDIAKAN DANA BUAT MENDUKUNGNYA,,,

NAMUN SANGAT DI SAYANGKAN,,, MASIH ADA SEBAGIAN KECIL RUMAH SAKIT YANG MENYALAHI ATURAN MAIN YANG TELAH DI TETAPKAN,,,
YANG JADI PERTANYAAN,, MAU DI APAKAN DANA TERSEBUT,, MAU DI SELEWENGKAN LAGI,,
APA ITU BERUPA OBAT ATAU BANTUAN PEMERINTAH DALAM BENTUK LAIN,,

DISINI SAYA BERIKAN REFERENSI TENTANG INI,,
YAH,,WALAUPUN FILENYA MUNGKIN TELAH USANG,, NAMUN SUDAH MENJADI BUKTI,,DENGAN ADANYA BERITA ACARA TERHADAP PIHAK YG LAIN,,
KUTIPANNYA

Kamis, 30-06-2011
Menelusuri Kondisi RS Rujukan Jamkesda/Jamkesmas di Makassar (2)
Diskriminasi Pelayanan!
**********************************
Berdasarkan penelusuran Upeks pada beberapa rumah sakit rujukan Jamkesda/Jamkesmas di Makassar, pada umumnya pasien Jamkesmas/Jamkesda masih mendapat perlakuan yang tidak sesuai petunjuk teknis perawatan.

Pasien tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari para perawat. Berbeda dengan pasien-pasien umum, khususnya dari kalangan keluarga yang mampu, para perawat ataupun pegawai rumah sakit memberikan pelayanan yang cukup baik. Faktor kedekatan ataupun kekeluargaan dengan pegawai rumah sakit juga cukup menentukan, apakah seorang pasien akan dilayani dengan baik atau tidak.

Sebelumnya, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel di akhir tahun 2010, pernah melakukan penelitian terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap fasilitas jamkesda/jamkesmas. Berdasarkan survei yang dilakukan, cukup banyak masalah dan keluhan yang ditemukan. Pasien kelas tiga jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) masih mendapat diskriminasi. Pelayanan perawat di rumah sakit pemerintah dipersepsi kurang baik.

Perbedaan atau diskriminasi pelayanan perawat terutama berdasarkan faktor kedekatan atau kekerabatan. Bila pasien merupakan keluarga dekat, maka pelayanannya bisa menjadi sangat baik atau maksimal. Pelayanan sebaliknya justru akan diperoleh dari beberapa perawat di rumah sakit bila tanpa hubungan kekeluargaan. Apalagi, pasien kelas tiga dengan perawatan Jamkesda/Jamkesmas berasal dari golongan keluarga miskin.

Keluhan lain yang juga menjadi hasil survei kepuasan program Jamkesda/Jamkesmas adalah banyaknya perawat yang tidak memperkenalkan dirinya kepada pasien.
Akibatnya, pasien sering kesulitan mengkomunikasikan keluhannya.

Hasil survei Balitbangda Sulsel tersebut juga menunjukkan, program Jamkesda/Jamkesmas secara umum sudah berjalan sesuai petunjuk teknis. Hanya, masih ditemukan peresepan kepada pasien kelas tiga yang masuk kategori tidak mampu menggunakan obat bukan generik. Padahal, program Jamkesda/Jamkesmas seharusnya menggunakan obat generik. Belum lagi bila dilihat dari pencatatan administrasi keuangan pembiayaan program Jamkesda/Jamkesmas. Ditemukan, pencatatan administrasi tidak standar dan masih membutuhkan ketelitian dalam menghitungnya sehingga cenderung merugikan pasien.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Rachmat Latief SpPd Mars, yang dikonfirmasi Rabu (29/6), menegaskan, setiap dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya, wajib memberikan pelayanan yang baik kepada pasien. Pasalnya, tidak ada perbedaan antara pasien jamkesmas/jamkesmas maupun umum. Semua pasien berhak atas pelayanan yang baik.
“Kalaupun ada yang melakukan diskriminasi atau apapun namanya, tunjukkan yang mana orangnya, dan akan diberikan sanksi. Apakah dia dokter, perawat, bidan atau pegawai rumah sakit. Yang namanya pegawai negeri sipil, sudah menjadi tugasnya dan wajib melayani masyarakat,” tegasnya.
Dr Rachmat mengungkapkan, saat ini tidak ada alasan bagi petugas kesehatan untuk melakukan pembedaan atau diskriminasi. Pasalnya, para pasien ketika berobat ataupun menjalani perawatan di rumah sakit, tidak secara cuma-cuma atau gratis. Baik pasien jamkesda ataupun jamkesmas, semuanya membayar. Meskipun, tidak menggunakan uang pribadi pasien karena jamkesda atau jamkesmas mendapatkan jaminan pemerintah. “Tidak ada yang gratis sekarang. Pasien jamkesda ataupun jamkesmas dijamin pemerintah. Ada bill yang harus dibayar pemerintah. Jadi, apa alasannya ada petugas yang membeda-bedakan,” ungkapnya.
Menurutnya, pasien berhak mendapatkan pelayanan yang baik. Sedangkan, petugas kesehatan wajib melaksanakan tugasnya. Tidak ada istilah diskriminasi pelayanan. “Sudah menjadi tugas melayani pasien dengan baik. Jangan ada diskriminasi atau pembedayaan pelayanan. Karena, tidak ada alasan petugas melakukan diskriminasi,” imbuhnya. ()
sumber : HARIAN UJUNGPANDANG EXPRES ONLINE

MERUJUK DARI BERITA TERSEBUT,,, MAKA SAYA MENUJU KE DINAS YANG TERKAIT,,, SAYANGNYA SAYA HANYA MENEMUI BAGIAN YANG LAIN,,YANG JUGA MASIH TERKAIT DALAM HAL PROGRAM PEMERINTAH INI,,BERHUBUNG KEPALA DINAS KESEHATAN LAGI TAK ADA,,DISEBABKAN ADANYA KUNJUNGAN KELUAR,, MENURUT BAGIAN LOKET PENJAGAAN

DAN PERTANYAAN SAYA SIMPEL PADA BAGIAN YANG SAYA TEMUI,,
INI HASIL PERCAKAPAN SAYA,,
" PAK,, APA APA SAJA YANG PEMERINTAH TANGGULANGI DALAM HAL OBAT OBATAN , BAGI PEMAKAI JAMKESMAS,",,,,
PAK RAHMAT [ BUKAN KEPALA DINAS KESEHATAN = HANYA NAMA MEREKA YANG SERUPA] MENJAWAB : " BAGI PEMAKAI PROGRAM JAMKESMAS,, SEMUA TELAH DI TANGGUNG OLEH PEMERINTAH,, DAN TAK ADA SEPESERPUN PIHAK PENDERITA UNTUK MENGELUARKAN DANANYA,,BAIK ITU PERAWATAN, ATAUPUN OBAT OBATAN,,,SERTA PIHAK RUMAH SAKIT , MENURUT PEDOMAN YANG DI TERBITKAN OLEH KEMENKES, TIDAK DI BENARKAN MENAMBAH IURAN,,DAN JUGA WAJIB MENYIAPKAN OBAT, AMHP,DAN SEBAGAINYA,,UNTUK KEBUTUHAN PASIEN JAMKESMAS.."

JAWABAN YANG SINGKAT SERTA MUDAH DI PAHAMI,,

MOGA DENGAN ADANYA INFO INI,,MAKA PIHAK YANG TERKAIT DENGAN PROGRAM JASKESMAS,, SAYA BERHARAP,,, JANGANLAH MENYALAHI ATURAN,, KARNA ADA SANKSI YANG SIAP DI TERAPKAN,,

DAN JUGA BAGI PEMAKAI JAMKESMAS,,, JANGAN TAKUT ATAU SEMACAMNYA UNTUK MELAPOR KE DINAS KESEHATAN PROPINSI DI TIAP PROVINSI,,, BILA ADA SESUATU YANG MENGHALANGI HAK KALIAN,,,,

SALAM.



KEMBALI

KE ATAS
.
Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART
Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART